Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Pengganti Sementara Thomas Frank

Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Pengganti Sementara Thomas Frank

Mansion SportsTottenham bergerak cepat untuk mencari pengganti Thomas Frank dengan mencapai kesepakatan lisan bersama Igor Tudor guna menangani tim hingga akhir musim.

Yang menjadi sorotan, kesepakatan tersebut tidak mencantumkan opsi untuk menjadikannya pelatih permanen. 

Artinya, pencarian manajer jangka panjang akan tetap dilakukan pada musim panas mendatang, sehingga peluang untuk menghadirkan kembali Mauricio Pochettino tetap terbuka bagi para pendukung Spurs.

Keputusan ini menunjukkan bahwa manajemen klub memilih langkah sementara tanpa menutup kemungkinan melakukan penunjukan besar ketika musim berakhir.

Penunjukan Sementara Membuka Opsi Lebih Luas pada Musim Panas

Tottenham mengambil langkah tegas untuk menghentikan penurunan performa mereka di klasemen Premier League dengan mengamankan kesepakatan lisan bersama Tudor. 

Setelah pemecatan Thomas Frank pada Rabu, jajaran pimpinan klub menilai pelatih asal Kroasia tersebut sebagai sosok yang tepat untuk menstabilkan situasi dalam jangka pendek.

Namun, kesepakatan dengan pelatih berusia 47 tahun itu bersifat murni sementara. Laporannya menyebutkan bahwa kontraknya hanya berlaku hingga musim panas dan tidak disertai klausul pengangkatan permanen. 

Strategi ini, yang dipimpin oleh CEO Vinai Venkatesham dan direktur teknik Johan Lange, mengindikasikan bahwa Spurs sengaja menahan diri untuk melakukan penunjukan besar setelah musim berakhir. 

Dengan memilih solusi interim tanpa komitmen jangka panjang, klub London Utara tersebut menjaga fleksibilitas untuk mempertimbangkan lebih banyak kandidat pada bulan Juni.

Nama Mauricio Pochettino diperkirakan tetap masuk dalam daftar incaran, meskipun ia memiliki komitmen bersama tim nasional Amerika Serikat pada Piala Dunia musim panas nanti. 

Pelatih asal Argentina itu berulang kali menyatakan kecintaannya terhadap Tottenham sejak kepergiannya, bahkan baru-baru ini kembali menegaskan perasaannya saat mengkritik ambisi klub. 

Terdapat pula laporan yang menyebutkan bahwa dewan klub memang menginginkannya sebagai manajer permanen, namun kemungkinan besar mereka harus menunggu hingga akhir musim panas untuk merealisasikan kepulangannya ke London.

Tudor Diberi Tugas Menyelamatkan Musim yang Terpuruk

Misi yang diemban mantan pelatih Juventus dan Marseille tersebut sangat jelas, yakni menyelamatkan musim Tottenham. 

Ia datang ke klub yang tengah berada dalam situasi sulit, dengan Spurs saat ini terdampar di peringkat ke-16 klasemen Premier League. 

Masa kepelatihan Frank yang mengecewakan membuat The Lilywhites hanya berjarak lima poin dari zona degradasi, sebuah kondisi yang sebelumnya sulit dibayangkan pada awal musim.

Tudor dikenal sebagai pelatih yang mampu memberikan dampak instan, kualitas yang sangat diharapkan oleh Venkatesham dan Lange di London Utara. 

Ia memiliki pendekatan tegas serta gaya permainan berintensitas tinggi, sesuatu yang dianggap hilang dalam delapan pertandingan liga terakhir Tottenham tanpa kemenangan. 

Meski performa domestik sangat mengecewakan, Tudor juga menghadapi situasi kontras: di tengah ancaman degradasi, ia tetap akan memimpin tim pada babak 16 besar Liga Champions, yang menjadi secercah harapan dalam musim yang suram.

Debut Berat dalam Derby London Utara

Tidak akan ada masa adaptasi yang nyaman bagi pelatih sementara ini. Dalam skenario yang dramatis, laga perdana Tudor di bangku cadangan Tottenham adalah Derby London Utara melawan rival utama, Arsenal, pada akhir pekan mendatang. 

Pertandingan tersebut menjadi ujian berat sekaligus kesempatan emas untuk langsung merebut kembali kepercayaan suporter yang tengah kecewa.

Waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, namun pengalaman Tudor menangani klub-klub besar seperti Galatasaray, Marseille, dan Juventus diharapkan membantunya menghadapi atmosfer panas derby. 

Para pemain dituntut untuk segera merespons metode kepelatihannya jika ingin menjaga harga diri saat menghadapi The Gunners. 

Pemecatan Frank sendiri terjadi setelah kekalahan kandang 2-1 dari Newcastle, sehingga skuad membutuhkan peningkatan kepercayaan diri secara signifikan sebelum menghadapi rival sekota.

Dari Kegagalan di Juventus Menuju Misi Penyelamatan di Premier League

Tudor datang dengan motivasi besar untuk membuktikan diri. Mantan bek tersebut tidak melatih sejak Oktober lalu, ketika ia dipecat oleh Juventus setelah hanya tujuh bulan menjabat. 

Masa kepelatihannya di Turin berakhir dengan kekecewaan, saat Juventus berada di posisi kedelapan Serie A setelah melalui delapan laga tanpa kemenangan, statistik yang mirip dengan rangkaian hasil buruk yang membuat Frank kehilangan pekerjaannya di Tottenham.

Meski demikian, rekam jejak kepelatihannya tidak hanya ditentukan oleh periode singkat tersebut.

Setelah karier bermain yang membawanya meraih dua gelar Serie A bersama Juventus, ia memulai perjalanan sebagai pelatih di Hajduk Split, PAOK, dan Udinese, sebelum menjalani periode yang cukup mengesankan bersama Hellas Verona dan Marseille.

Related News

Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Pengganti Sementara Thomas Frank

Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Pengganti Sementara Thomas Frank

Mansion SportsTottenham bergerak cepat untuk mencari pengganti Thomas Frank dengan mencapai kesepakatan lisan bersama Igor Tudor guna menangani tim hingga akhir musim.

Yang menjadi sorotan, kesepakatan tersebut tidak mencantumkan opsi untuk menjadikannya pelatih permanen. 

Artinya, pencarian manajer jangka panjang akan tetap dilakukan pada musim panas mendatang, sehingga peluang untuk menghadirkan kembali Mauricio Pochettino tetap terbuka bagi para pendukung Spurs.

Keputusan ini menunjukkan bahwa manajemen klub memilih langkah sementara tanpa menutup kemungkinan melakukan penunjukan besar ketika musim berakhir.

Penunjukan Sementara Membuka Opsi Lebih Luas pada Musim Panas

Tottenham mengambil langkah tegas untuk menghentikan penurunan performa mereka di klasemen Premier League dengan mengamankan kesepakatan lisan bersama Tudor. 

Setelah pemecatan Thomas Frank pada Rabu, jajaran pimpinan klub menilai pelatih asal Kroasia tersebut sebagai sosok yang tepat untuk menstabilkan situasi dalam jangka pendek.

Namun, kesepakatan dengan pelatih berusia 47 tahun itu bersifat murni sementara. Laporannya menyebutkan bahwa kontraknya hanya berlaku hingga musim panas dan tidak disertai klausul pengangkatan permanen. 

Strategi ini, yang dipimpin oleh CEO Vinai Venkatesham dan direktur teknik Johan Lange, mengindikasikan bahwa Spurs sengaja menahan diri untuk melakukan penunjukan besar setelah musim berakhir. 

Dengan memilih solusi interim tanpa komitmen jangka panjang, klub London Utara tersebut menjaga fleksibilitas untuk mempertimbangkan lebih banyak kandidat pada bulan Juni.

Nama Mauricio Pochettino diperkirakan tetap masuk dalam daftar incaran, meskipun ia memiliki komitmen bersama tim nasional Amerika Serikat pada Piala Dunia musim panas nanti. 

Pelatih asal Argentina itu berulang kali menyatakan kecintaannya terhadap Tottenham sejak kepergiannya, bahkan baru-baru ini kembali menegaskan perasaannya saat mengkritik ambisi klub. 

Terdapat pula laporan yang menyebutkan bahwa dewan klub memang menginginkannya sebagai manajer permanen, namun kemungkinan besar mereka harus menunggu hingga akhir musim panas untuk merealisasikan kepulangannya ke London.

Tudor Diberi Tugas Menyelamatkan Musim yang Terpuruk

Misi yang diemban mantan pelatih Juventus dan Marseille tersebut sangat jelas, yakni menyelamatkan musim Tottenham. 

Ia datang ke klub yang tengah berada dalam situasi sulit, dengan Spurs saat ini terdampar di peringkat ke-16 klasemen Premier League. 

Masa kepelatihan Frank yang mengecewakan membuat The Lilywhites hanya berjarak lima poin dari zona degradasi, sebuah kondisi yang sebelumnya sulit dibayangkan pada awal musim.

Tudor dikenal sebagai pelatih yang mampu memberikan dampak instan, kualitas yang sangat diharapkan oleh Venkatesham dan Lange di London Utara. 

Ia memiliki pendekatan tegas serta gaya permainan berintensitas tinggi, sesuatu yang dianggap hilang dalam delapan pertandingan liga terakhir Tottenham tanpa kemenangan. 

Meski performa domestik sangat mengecewakan, Tudor juga menghadapi situasi kontras: di tengah ancaman degradasi, ia tetap akan memimpin tim pada babak 16 besar Liga Champions, yang menjadi secercah harapan dalam musim yang suram.

Debut Berat dalam Derby London Utara

Tidak akan ada masa adaptasi yang nyaman bagi pelatih sementara ini. Dalam skenario yang dramatis, laga perdana Tudor di bangku cadangan Tottenham adalah Derby London Utara melawan rival utama, Arsenal, pada akhir pekan mendatang. 

Pertandingan tersebut menjadi ujian berat sekaligus kesempatan emas untuk langsung merebut kembali kepercayaan suporter yang tengah kecewa.

Waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, namun pengalaman Tudor menangani klub-klub besar seperti Galatasaray, Marseille, dan Juventus diharapkan membantunya menghadapi atmosfer panas derby. 

Para pemain dituntut untuk segera merespons metode kepelatihannya jika ingin menjaga harga diri saat menghadapi The Gunners. 

Pemecatan Frank sendiri terjadi setelah kekalahan kandang 2-1 dari Newcastle, sehingga skuad membutuhkan peningkatan kepercayaan diri secara signifikan sebelum menghadapi rival sekota.

Dari Kegagalan di Juventus Menuju Misi Penyelamatan di Premier League

Tudor datang dengan motivasi besar untuk membuktikan diri. Mantan bek tersebut tidak melatih sejak Oktober lalu, ketika ia dipecat oleh Juventus setelah hanya tujuh bulan menjabat. 

Masa kepelatihannya di Turin berakhir dengan kekecewaan, saat Juventus berada di posisi kedelapan Serie A setelah melalui delapan laga tanpa kemenangan, statistik yang mirip dengan rangkaian hasil buruk yang membuat Frank kehilangan pekerjaannya di Tottenham.

Meski demikian, rekam jejak kepelatihannya tidak hanya ditentukan oleh periode singkat tersebut.

Setelah karier bermain yang membawanya meraih dua gelar Serie A bersama Juventus, ia memulai perjalanan sebagai pelatih di Hajduk Split, PAOK, dan Udinese, sebelum menjalani periode yang cukup mengesankan bersama Hellas Verona dan Marseille.

Related News